This is default featured slide 1 title

Welcome and Enjoy In My Blog

This is default featured slide 2 title

Hai...... Namaku Firyal Humairah

This is default featured slide 3 title

Di Join juga ya blognyaaa.....

This is default featured slide 4 title

Dibaca ya tulisan-tulisannya, kalau boleh di comment juga

This is default featured slide 5 title

Thank You sudah mampir di blogku, semoga kumpulan artikel ini bermanfaat

Tampilkan postingan dengan label Sinopsis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sinopsis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Januari 2014

Sinopsis Film 99 Cahaya Di Langit Eropa


poster 99 cahaya di langit eropa

Selain film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, film 99 Cahaya di Langit Eropa juga salah satu film favorit gue. Film ini banyak mengupas tentang sejarah - sejarah islam di Eropa.
Buku ini adalah catatan perjalanan atas sebuah pencarian. Pencarian cahaya Islam di Eropa yang kini sedang tertutup awan saling curiga dan kesalahpahaman. Untuk pertama kalinya dalam 26 tahun, aku merasakan hidup di suatu negara dimana Islam menjadi minoritas. Pengalaman yang makin memperkaya spiritualku untuk lebih mengenal Islam dengan cara yang berbeda. 

Tinggal di Eropa selama 3 tahun adalah arena menjelajah Eropa dan segala isinya. Hingga akhirnya aku menemukan banyak hal lain yang jauh lebih menarik dari sekedar Menara Eiffel, Tembok Berlin, Konser Mozart, Stadion Sepakbola San Siro, Colloseum Roma, atau gondola gondola di Venezia. Pencarianku telah mengantarkanku pada daftar tempat-tempat ziarah baru di Eropa. Aku tak menyangka Eropa sesungguhnya juga menyimpan sejuta misteri tentang Islam. 

Eropa dan Islam. Mereka pernah menjadi pasangan serasi. Kini hubungan keduanya penuh pasang surut prasangka dengan berbagai dinamikanya. Aku merasakan ada manusia-manusia dari kedua pihak yang terus bekerja untuk memperburuk hubungan keduanya.

Pertemuanku dengan perempuan muslim di Austria, Fatma Pasha telah mengajarkanku untuk menjadi bulir-bulir yang bekerja sebaliknya. Menunjukkan pada Eropa bulir cinta dan luasnya kedamaian Islam. Sebagai Turki di Austria, Ia mencoba menebus kesalahan kakek moyangnya yang gagal meluluhkan Eropa dengan menghunus pedang dan meriam. Kini ini ia mencoba lagi dengan cara yang lebih elegan, yaitu dengan lebarnya senyum dan dalamnya samudra kerendahan hati.

Aku dan Fatma mengatur rencana. Kami akan mengarungi jejak-jejak Islam dari barat hingga ke timur Eropa. Dari Andalusia Spanyol hingga ke Istanbul Turki. Dan entah mengapa perjalanan pertamaku justru mengantarkanku ke Kota Paris, pusat ibukota peradaban Eropa.

Di Paris aku bertemu dengan seorang mualaf, Marion Latimer yang bekerja sebagai ilmuwan di Arab World Institute Paris. Marion menunjukkan kepadaku bahwa Eropa juga adalah pantulan cahaya kebesaran Islam. Eropa menyimpan harta karun sejarah Islam yang luar biasa berharganya. Marion membukakan mata hatiku. Membuatku jatuh cinta lagi dengan agamaku, Islam. Islam sebagai sumber pengetahuan yang penuh damai dan kasih.

Museum Louvre, Pantheon, Gereja Notre Dame hingga Les Invalides semakin membuatku yakin dengan agamaku. Islam dulu pernah menjadi sumber cahaya terang benderang ketika Eropa diliputi abad kegelapan. Islam pernah bersinar sebagai peradaban paling maju di dunia, ketika dakwah bisa bersatu dengan pengetahuan dan kedamaian, bukan dengan teror atau kekerasan

Perjalananku menjelajah Eropa adalah sebuah pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan oleh Islam di benua ini. Cordoba, Granada, Toledo, Sicilia dan Istanbul masuk dalam manifest perjalanan spiritualku selanjutnya.

Saat memandang matahari tenggelam di Katedral Mezquita Cordoba, Istana Al Hambra Granada, atau Hagia Sophia Istanbul, aku bersimpuh. Matahari tenggelam yang aku lihat adalah jelas matahari yang sama, yang juga dilihat oleh orang-orang di benua ini 1000 tahun lalu. Matahari itu menjadi saksi bisu bahwa Islam pernah menjamah Eropa, menyuburkannya dengan menyebar benih-benih ilmu pengetahuan, dan menyianginya dengan kasih sayang dan toleransi antar umat beragama.

Akhir dari perjalananku selama 3 tahun di Eropa justru mengantarkanku pada titik awal pencarian makna dan tujuan hidup. Makin mendekatkanku pada sumber kebenaran abadi yang Maha Sempurna.

Sinopsis Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck salah satu film favorit gue, film ini membuat penontonnya merasa terharu dan bisa membuat penontonnya menitihkan air mata. 
Sinopsis Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Satu lagi film yang diangkat dari novel terkenal akan dirilis tahun ini yaitu Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ini diadaptasi dari novel dengan judul sama karya sastrawan terkenal Buya Hamka pada tahun 1938. Film yang disutradarai oleh Sunil Soraya ini akan dirilis pada 19 Desember 2013.

Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijckini membutuhkan sedikitnya 600 pemain dengan 100 diantaranya harus berperawakan bule karena film ini mengambil set di zaman penjajahan Belanda era 1930-an. Proses pembuatan film ini memakan waktu hampir 5 tahun karena memang ada riset untuk melengkapi itu semua. Proses syuting dilakukan di beberapa kota seperti Padang, Medan, Batam, dan Makassar.

Film yang posternya sempat di protes oleh masyarakat Minang karena dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai Islami ini dibintangi oleh bintang-bintang muda terkenal seperti Herjunot Ali, Pevita Pearce, dan Reza Rahadian. 

sinopsis film tenggelamnya kapal van der wijck
Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
Berikut Sinopsis Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck :

Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck berkisah tentang kasih tak sampai antara sosok pemuda tampan berdarah Minang-Bugis bernama Zainuddin diperankan Herjunot, dengan dara cantik Hayati (Pevita Pearce), perempuan yang murni keturunan Minang.

Aziz jatuh cinta kepada Hayati yang juga keturunan Minang. Ia dan keluarganya pun melamar Hayati. Meskipun pertunangan tersebut disetujui oleh kedua belah pihak, namun sebenarnya cinta Hayati hanya untuk Zainuddin (Herjunot Ali), pemuda berdarah campuran Minang dan Bugis.

Karena berdarah campuran, Zainuddin dianggap tak bertalian darah dengan kerabatnya di Minang. Karena merasa terasingkan, Zainuddin sering curhat pada Hayati lewat surat hingga akhirnya mereka saling jatuh cinta. Seiring berjalannya waktu, Zainuddin pun memutuskan pindah ke Padang Panjang sesuai permintaan ibunda Hayati.

Namun sebelum berpisah, Hayati dan Zainuddin berjanji untuk saling setia. Namun, Hayati terpaksa menikah dengan Aziz. Mendengar pernikahan itu, Zainuddin geram dan pergi ke Surabaya. Di sana, ia menjadi penulis terkenal dan hidup berkecukupan.

Ternyata Aziz dan Hayati juga pindah ke Surabaya karena tuntutan pekerjaan. Lambat laun, rumah tangga mereka di ambang kehancuran, ditambah lagi Aziz dipecat dari pekerjaannya. Hayati bersama Aziz yang mulai hancur karena dihantam berbagai masalah lalu menumpang hidup di rumah Zainuddin. Di balik kebaikan Zainuddin itu, sebenarnya dia masih sakit hati kepada Hayati yang dulu dianggapnya pernah ingkar janji.

Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck :
  • Sutradara : Sunil Soraya
  • Produser : Sunil Soraya
  • Pemain : Herjunot Ali, Pevita Pearce, Reza Rahadian, Jajang C. Noer, Ninik L. Karim
  • Genre : Drama, Sejarah
  • Tanggal Rilis Perdana : 19 Desember 2013
  • Studio : Soraya Intercine Films